METODE MAGNETIK
Metode ini
adalah salah satu metode di geofisika yang memanfaatkan sifat kemagnetan bumi,
berarti metode ini merupakan bagian dari metode pasif. Mengunakan metode ini di
perlukan ketelitian yang tinggi karena metode ini hanya mampu membaca batuan
dibawah permukaan bumi dengan arah horizontal. Dalam survey ini diperlukan alat
yang paling utama yaitu magnetometer dan alat pendukung lainnya yaitu GPS.
Adapun ayat al-Qur’an yang membahas teori ini yaitu
dimana kita ketahui bahwa magnet memiliki arus positif dan begatif dan logam
jugan memiliki hubungan dengan magnet seperti pada ayat ini yang membahas
tentang besi :
Artinya :” Allah telah
menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah
menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa
(logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada
(pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan
(bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu
yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia
tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.”
IV.1 Medan Magnet Bumi
Medan magnet bumi terkarakterisasi
oleh parameter fisis atau disebut dengan elemen medan magnet bumi, yang dapat
diukur yaitu meliputi arah dan intesitas kemagnetannya. Medan magnet bumi
terdiri dari tiga bagian yaitu :
- Medan
magnet utama (main field)
Medan
magnet utama dapat di defenisikan sebagai medan rata-rata hasil pengukuran dalam
jangka waktu yang cukup lama mencakup daerah luas >106 km2.
-
Medan magnet luar (External field)
Medan
magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakanhasil ionisasi di
atmosfer yang di timblkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Karena sumber
medan luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan yang
terionisasi di atmosfer, maka perubahan medan ini membutuhkan waktu lebih
cepat.
- Medan
magne anomali
Medan
magnet ini sering juga disebut dengan medan magnet lokal (crustal field). Medan
magnet ini dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral bermagnet seperti
magnetite, titomagnetite dan lain-lain yang berada di kerak bumi.
IV.2
Pengambilan Data Geomagnetik
Penyelidikan magnet biasanya dilakukan
di darat, udara dan laut. Teknik lapangannya tentusaja dilakukan dengan cara
yang berbeda, walaupun peneletian di udara dan di laut umunya sama menggunakan
peralatan yang sama. Karena
pembacaan dan pengumpulan data lapangan sangat mudah dilakukan, penyelidikan
cara ini biasanya dipergunakan dalam penyelidikan-penyelidikan pendahuluan.
Maksudnya, setelah ini biasanya dilanjutkan dengan penyelidikan lebih detail
pada daerah-daerah yang dianggap prospektip. Secara bersamaan, cara ini dapat
pula dipadukan dengan cara penyelidikan yang lain. Sifat penyelidikan dapat
secara langsung ataupun tak langsung terhadap obyek yang dicari. Di darat,
observasi magnetik biasanya dibuat pada posisi yang tetap dengan stasion
tersendiri yang biasa digunakan pula untuk survey gravity. Di udara dan laut
pengukurannya dilakukan secara terus-menerus dari pergerakannya. Dulu alat yang
di gunakan adalah schmidt namun sekarang yang sering di gunakan adalah
magnetometer.
Gambar IV.1
Survey Geomagnetik di darat dan uadara
IV.3 Pengukuran Data Megnetik
Dalam melakukan survey ini alat yang
paling utama digunakan adalah magnetometer, dimana alat ini memiliki fungsi
sebagai alat untuk mengur kuat medan magnet dilokasi survei. Salah satu jenis
alat ini adalah Proton Precission Magnetometer (PPM) yang digunakan untuk
mengukur nilai kuat medan magnetik
total. Peralatan lain yang bersifat pendukung di dalam survei magnetik adalah
Global Positioning System (GPS). Peralatan ini digunaka untuk mengukur posisi
titik pengukuran yang meliputi bujur, lintang, ketinggian, dan waktu. GPS ini
dalam penentuan posisi suatu titik lokasi menggunakan bantuan satelit.
Penggunaan sinyal satelit karena sinyal satelit menjangkau daerah yang sangat
luas dan tidak terganggu oleh gunung, bukit, lembah dan jurang.
Beberapa alat penunjang lainnya pada
survei ini adalah :
1.
Kompas geologi,
untuk mengetahui arah utara dan selatan dari medan magnet bumi.
2. Peta topografi,
untuk menentukan rute perjalanan dan letak titik pengukuran pada saat survei
magnetik di lokasi
3.
Sarana
transportasi
4.
Buku kerja,
untuk mencatat data-data selama pengambilan data
5.
PC atau laptop
dengan software seperti Surfer, Matlab, Mag2DC, dll.
6. Pengukuran data
medan magnetik di lapangan dilakukan menggunakan peralatan PPM, yang merupakan
portable magnetometer.
7. Data yang
dicatat selama proses pengukuran adalah hari, tanggal, waktu, kuat medan
magnetik, kondisi cuaca dan lingkungan.
Dalam melakukan akuisisi data magnetik yang pertama
dilakukan adalah menentukan base station dan membuat banyak station-station
pengukuran yang berbentuk grid. Ukuran
gridnya disesuaikan dengan luasnya lokasi pengukuran.
IV.4 Pengolahan dan Analisis Data Geomagnetik
a.
Pengolahan Data IGRF (the
international
geomagnetic
Reference
Field)
Merupakan medan
acuan geomagnetik international. Pada dasarnya nilai IGRF merupakan nilai kuat
medan magnetik utama bumi (H0). Nilai IGRF termasuk nilai yang ikut
terukur pada saat kita melakukan pengukuran medan magnetik di permukaan bumi,
yang merupakan komponen paling dasar dalam survei geomagnetik, sehingga
dilakukan koreksi untuk menghilangkannya. Koreksi nilai IGRF terhadap data
medan magnetik hasil pengukuran dilakukan karena nilai yang menjadi terget
survei magnetik adalah anomali medan magnetik (ΔHr0). Nilai
IGRF yang diperoleh dikoreksikan terhadap data kuat medan magnetik total dari
hasil pengukuran di setiap stasiun atau titik lokasi pengukuran. Meskipun nilai
IGRF tidak menjadi target survei, namun nilai ini bersama-sama dengan nilai sudut
inklinasi dan sudut deklinasi sangat diperlukan pada saat memasukkan pemodelan
dan interpretasi
b. Pengolahan Data
Geomagnetik
Untuk
memperoleh nilai anomali medan magnetik yang diinginkan, maka
dilakukan
koreksi terhadap data medan magnetik total hasil pengukuran pada setiap titik
lokasi atau stasiun pengukuran, yang mencakup koreksi harian, IGRF dan
topografi
1. Koreksi Harian
Koreksi harian (diurnal correction)
merupakan penyimpangan nilai medan magnetik bumi akibat adanya perbedaan waktu
dan efek radiasi matahari dalam satu hari.
Waktu yang dimaksudkan harus mengacu atau sesuai dengan waktu pengukuran
data medan magnetik di setiap titik lokasi (stasiun pengukuran) yang akan
dikoreksi. Apabila nilai variasi harian negatif, maka koreksi harian dilakukan
dengan cara menambahkan nilai variasi harian yang terekan pada waktu tertentu
terhadap data medan magnetik yang akan dikoreksi. Sebaliknya apabila variasi
harian bernilai positif, maka koreksinya dilakukan dengan cara mengurangkan
nilai variasiharian yang terekan pada waktu tertentu terhadap data medan
magnetik yang akan dikoreksi, datap dituliskan dalam persamaan :
2. Koreksi Topografi
Koreksi topografi dilakukan jika
pengaruh topografi dalam survei
megnetik sangat kuat. Koreksi topografi dalam survei
geomagnetik tidak mempunyai aturan yang jelas. Salah satu metode untuk
menentukan nilai koreksinya adalah
dengan membangun suatu model topografi menggunakan
pemodelan beberapa prisma segi empat. Ketika melakukan pemodelan, nilai
suseptibilitas magnetik (k) batuan
topografi harus diketahui, sehingga model topografi yang dibuat,
menghasilkan nilai anomali medan magnetik (ΔHtop) sesuai
dengan fakta. Selanjutnya persamaan koreksinya (setelah dilakukan koreski
harian dan IGRF) dapat dituliska
sebagaiSetelah semua koreksi dikenakan pada data-data medan magnetik.
yang terukur dilapangan, maka diperoleh data anomali
medan magnetik total di topogafi. Untuk mengetahui pola anomali yang diperoleh,
yang akan digunakan sebagai dasar dalam pendugaan model struktur geologi bawah
permukaan yang mungkin, maka data anomali harus disajikan dalam bentuk peta
kontur. Peta kontur terdiri dari garis-garis kontur yang menghubungkan
titik-titik yang memiliki nilai anomali sama, yang diukur dar suatu bidang
pembanding tertentu.
IV.5 Kelebihan dan Kekurangan Metode
Magnetik
Kelebihan metode magnetik
dibanding dengan metode lain :
1. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertical,
umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat
hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi.
2. Mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat
kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu efektif
digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potansi Geothermal.
3. Data akuisis dan data proceding dilakukan tidak
serumit metode gaya berat. Kekurangan dari metode ini adalah :
setiap jenis
batuan di bumi walaupun dalam pengklasifikasian atau penamaannya sama, dapat
saja mempunyai sifat dan karakteristik yang spesifik akibat peristiwa geologi
yang dialaminya. Sehingga bisa memberikan data yang didapat bisa berbeda dengan
kenyataan yang sebenarnya di bawah permukaan.
IV.6 Kegunaan Metode Geomagnet
1.
Eksplorasi
minyak bumi
Dalam eksplorasi migas metoda gravity dan magnetik
memang hanya dipergunakan untuk tahap awal , terutama guna tujuan regional
untuk mengetahui konfigurasi basement (batuan dasar). Tujuan utamanya adalah
untuk mengetahui ketebalan sedimen, makin tebal makin bagus dan potensial untuk
source rock.
2.
Eksplorasi
panas bumi
Eksplorasi panas bumi dengan metode
magnetik dilakukan dengan menafsir Secara kuantitatif terhadap tubuh intrusi.
Biasanya panas bumi terletak di daerah vulkanik. Kerentanan magnet panas bumi
sangat bergantung pada variasi batuan di lapangan yang telah terpengaruh panas.
Dengan mengetahui kerentanan (k) magnetik batuan,dapat dikettahui informasi
tentang panas bumi.
3.
Eksplorasi
biji besi
Metode magnetik berguna untuk memetakan dan menghitung potensi bijih besi
dibawah permukaan. Interpretasi kuantitatif dilakukan untuk menggambarkan
bentuk tubuh ’iron ore’ di bawah permukaan berdasarkan anomali magnetik dan
geologi. Interpretasi dilakukan dengan pemodelan ke depan (forward modeling)
secara 2D dan 3D.
4.
Eksplorasi
air
DAFTAR PUSTAKA
Anoim,2010,
Metode-metode Magnetik, http://www.documents/metode--metode-geomagnetik-55c9c6c7be9d1.html (di akses pada tanggal 6 April 2014, 11:23 WITA)
Mamed,2013,
metode Geomagnetik, https://www.academia.edu/3642600/Metode-geomagnetik (di akses pada tanggal 10 April 2014, 16:48 WITA)
Santoso, Djoko,
(2002), Pengantar Teknik Geofisika, Bandung : ITB.








0 komentar:
Posting Komentar