About Us

Rabu, 22 Juni 2016

Seismology


SEISMOLOGI
1.             Defenisi Seismologi
Seismologi pada mulanya merupakan ilmu yang mempelajari tentang gempabumi ( seismos = gempabumi ), tetapi karena perkembangan dari pengetahuan dan teknologi seismologi telah tumbuh menjadi sangat luas dengan bertambahnya beberapa cabang lain, maka definisi dari Seismologi adalah ilmu yang mempelajari gempabumi dan getaran tanah lainnya. Studi tentang gempabumi itu sendiri tetap menjadi inti dari ilmu seismologi.



Artinya,
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat nya pula.”(Q.S. Az Zalzalah Ayat 1-8)
Pada saat terjadi gempabumi, dari sumbernya akan memancar gelombang elastik yang  menjalar ke segala arah melalui badan dan permukaan bumi, dan dari sini dapat diketahui keadaan fisik di dalam bumi.
Cabang seismologi selain yang khusus mempelajari tentang gempa bumi antara lain adalah seismologi teknik (earthquake engineering), seismologi prospecting, seismologi nuklir, seismologi  forcasting. Seismologi sendiri merupakan cabang dari Solid earth physics yang merupakan cabang ilmu geofisika. Sedang geofisika sendiri merupakan cabang dari geosains. Untuk jelasnya posisi seismologi dari anak cabang geofisika dapat dilihat pada skema berIkut:


Gambar 1.Skema cabang geosains`
Seperti halnya geofisika, aktivitas yang terkait dengan seismologi meliputi kegiatan kegiatan pengamatan, eksperimen dan penelitian di laboratorium serta penelitian secara teoriti. Obyek Penelitian bidang seismologi adalah bagian dalam bumi sedangkan pengamatannya dilakukan di permukaan, sehingga sering mengalami kendala, dimana hasil interpretasinya antara peneliti yang satu dengan yang lain sering berbeda. Hal ini karena disamping penelitian tidak pada obyeknya langsung, tetapi juga menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda. Untuk menghasilkan interpretasi yang lebih akurat penelitian seismologi harus seiring dengan penelitian geofisika yang lain seperti, geomagnit, geolistrik, dan gravitasi. Disamping itu yang lebih utama adalah eksperimen dan penelitian yang dilakukan di laboratorium dan juga analisis teoritis yang didukung dengan ilmu penunjang yang lain seperti fisika, matematika, statistik dan geologi.
Seismologi menjadi ilmu pengetahuan sendiri sejak permulaan abad 20, tetapi dasar teorinya seperti teori elastisitas telah berkembang sejak pertengahan abad 19 oleh Cauchy dan Poisson. Sedang pengamatan gempabumi dengan akibat-akibatnya telah dimulai sejak permulaan jaman sejarah, terutama di tempat gempabumi tersebut sering terjadi dan mengganggu kepentingan manusia.
Alat pengamat gempa pertama dalam bentuk yang sangat sederhana dibuat di Cina pada abad pertama yang disebut dengan seismoscope. Sedangkan di Indonesia pengamatan gempabumi secara instrumental dilakukan pertama kali pada tahun 1898 dengan seismograf Ewing yang dioperasikan oleh pemerintah Belanda, kemudian pada tahun 1908 dipasang seismograf Wichert yang sampai saat ini masih terawat dengan baik dan berada di Stasiun Geofisika Jakarta. Alat ini menggunakan sistem pendulum dimana berat pendulumnya sendiri sekitar satu ton.
2.    Jenis-jenis seismologi
Seismologi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :
a.       Seismologi Observasi
-     -       Pendektesian dan perekaman gempa-gempa yang terjadi di permukaan bumi.
-       Mengkatalog gempa-gempa.
-       Mengamati efek-efek dari gempa yang terjadi.
b.      Seismologi Teknik
-       Estimasi bencana seismik dan resikonya.
-       Perancangan bangunan-bangunan tahan gempa.
c.       Seismologi Fisis
-       Studi tentang sifat-sifat interior bumi.
-       Studi tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
d.      Seismologi Eksplorasi
-    -       Penerapan metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam.
3.    Istilah-istilahSeismologi
Berikut ini istilah-istilah yang terkait dalam gempa bumi.
a.         Hiposentrum adalah pusat gempa di dalam bumi.
b.        Episentrum adalah pusat gempa di permukaan bumi.
c.         Makroseisma adalah getaran gempa yang kuat dan terasa oleh umum.
d.        Mikroseisma adalah getaran gempa yang halus dan hanya tercatat oleh seismograf.
e.         Pleistoseista adalah daerah gempa yang paling parah mengalami kerusakan.
f.         Isoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempattempat yang sama kuat getarannya.
g.        Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan catatan waktu getarannya sama.
h.        Seismograf adalah alat untuk mengukur getaran gempa.
i.          Seismogram adalah data yang tercatat pada waktu getaran gempa terjadi.
  

Gambar2: letak episentrum dan hiposentrum

DAFTAR PUSTAKA
Fauzi, at al , Pemetaan Gempabumi di Indonesia, BMG (CD ROM), 2001
Gunawan Ibrahim, 2001, Seismologi, ITB : Bandung.
http://www.dosenpendidikan.com/buku_seismologi/ diakses pada tanggal 24-Mei-2016 pukul 18.37 WITA







0 komentar:

Posting Komentar