SEISMOLOGI
1.
Defenisi Seismologi
Seismologi pada
mulanya merupakan ilmu yang mempelajari tentang gempabumi ( seismos = gempabumi
), tetapi karena perkembangan dari pengetahuan dan teknologi seismologi telah
tumbuh menjadi sangat luas dengan bertambahnya beberapa cabang lain, maka
definisi dari Seismologi adalah ilmu yang mempelajari gempabumi dan getaran
tanah lainnya. Studi tentang gempabumi itu sendiri tetap menjadi inti dari ilmu
seismologi.
Artinya,
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang
dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu
bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan
(yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya
dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan)
pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan
kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat nya pula.”(Q.S. Az
Zalzalah Ayat 1-8)
Pada saat terjadi gempabumi, dari
sumbernya akan memancar gelombang elastik yang
menjalar ke segala arah melalui badan dan permukaan bumi, dan dari sini
dapat diketahui keadaan fisik di dalam bumi.
Cabang seismologi
selain yang khusus mempelajari tentang gempa bumi antara lain adalah seismologi
teknik (earthquake engineering), seismologi prospecting, seismologi nuklir,
seismologi forcasting. Seismologi
sendiri merupakan cabang dari Solid earth physics yang merupakan cabang ilmu
geofisika. Sedang geofisika sendiri merupakan cabang dari geosains. Untuk
jelasnya posisi seismologi dari anak cabang geofisika dapat dilihat pada skema
berIkut:
Seperti halnya geofisika, aktivitas
yang terkait dengan seismologi meliputi kegiatan kegiatan pengamatan,
eksperimen dan penelitian di laboratorium serta penelitian secara teoriti.
Obyek Penelitian bidang seismologi adalah bagian dalam bumi sedangkan
pengamatannya dilakukan di permukaan, sehingga sering mengalami kendala, dimana
hasil interpretasinya antara peneliti yang satu dengan yang lain sering
berbeda. Hal ini karena disamping penelitian tidak pada obyeknya langsung,
tetapi juga menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda. Untuk menghasilkan
interpretasi yang lebih akurat penelitian seismologi harus seiring dengan
penelitian geofisika yang lain seperti, geomagnit, geolistrik, dan gravitasi.
Disamping itu yang lebih utama adalah eksperimen dan penelitian yang dilakukan
di laboratorium dan juga analisis teoritis yang didukung dengan ilmu penunjang
yang lain seperti fisika, matematika, statistik dan geologi.
Seismologi menjadi ilmu pengetahuan
sendiri sejak permulaan abad 20, tetapi dasar teorinya seperti teori
elastisitas telah berkembang sejak pertengahan abad 19 oleh Cauchy dan Poisson.
Sedang pengamatan gempabumi dengan akibat-akibatnya telah dimulai sejak
permulaan jaman sejarah, terutama di tempat gempabumi tersebut sering terjadi
dan mengganggu kepentingan manusia.
Alat pengamat gempa pertama dalam
bentuk yang sangat sederhana dibuat di Cina pada abad pertama yang disebut
dengan seismoscope. Sedangkan di Indonesia pengamatan gempabumi secara
instrumental dilakukan pertama kali pada tahun 1898 dengan seismograf Ewing yang
dioperasikan oleh pemerintah Belanda, kemudian pada tahun 1908 dipasang
seismograf Wichert yang sampai saat ini masih terawat dengan baik dan berada di
Stasiun Geofisika Jakarta. Alat ini menggunakan sistem pendulum dimana berat
pendulumnya sendiri sekitar satu ton.
2.
Jenis-jenis seismologi
Seismologi
sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :
a.
Seismologi
Observasi
- - Pendektesian dan perekaman gempa-gempa yang terjadi di
permukaan bumi.
-
Mengkatalog
gempa-gempa.
-
Mengamati
efek-efek dari gempa yang terjadi.
b.
Seismologi
Teknik
-
Estimasi
bencana seismik dan resikonya.
-
Perancangan
bangunan-bangunan tahan gempa.
c.
Seismologi
Fisis
-
Studi tentang
sifat-sifat interior bumi.
-
Studi tentang
karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
d.
Seismologi
Eksplorasi
- -
Penerapan metode-metode
seismik dalam pencarian sumber daya alam.
3. Istilah-istilahSeismologi
Berikut ini
istilah-istilah yang terkait dalam gempa bumi.
a.
Hiposentrum
adalah pusat gempa di dalam bumi.
b.
Episentrum
adalah pusat gempa di permukaan bumi.
c.
Makroseisma
adalah getaran gempa yang kuat dan terasa oleh umum.
d.
Mikroseisma
adalah getaran gempa yang halus dan hanya tercatat oleh seismograf.
e.
Pleistoseista
adalah daerah gempa yang paling parah mengalami kerusakan.
f.
Isoseista
adalah garis pada peta yang menghubungkan tempattempat yang sama kuat
getarannya.
g.
Homoseista
adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan catatan waktu
getarannya sama.
h.
Seismograf
adalah alat untuk mengukur getaran gempa.
i.
Seismogram adalah data yang tercatat pada waktu getaran
gempa terjadi.
Gambar2: letak episentrum
dan hiposentrum
DAFTAR
PUSTAKA
Fauzi, at al , Pemetaan Gempabumi di Indonesia, BMG (CD ROM), 2001
Gunawan Ibrahim, 2001, Seismologi,
ITB : Bandung.










0 komentar:
Posting Komentar